SEJARAH BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO

Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang (FK UNDIP) resmi berdiri tanggal 1 Oktober 1961. FK UNDIP bekerjasama dengan RSUP Dr. Kariadi Semarang, sebagai tempat pendidikan klinik. Pada saat berdiri, sebagai presiden UNDIP adalah Soedarto SH, Dekan FK adalah Kol. CDM Dr. Soewondo dan Direktur RSUP Dr. Kariadi adalah dr. Soepaat Soemosoedirdjo. Pendidikan dimulai dari tingkat atas (kepaniteraan klinik) dengan cara merekrut para Drs. Med. Pada tahun 1961-1962 masuk pendidikan 30 orang Drs. Med, semuanya dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada tahun 1962-1963 mulai menerima pendidikan mahasiswa tingkat pertama, dengan dosen dan asisten mahasiswa sebagian diambil dari mahasiswa tingkat dokter.

Pada mulanya FK UNDIP menempati salah satu gedung lama di samping depan RSUP Dr. Kariadi, akan tetapi di kemudian hari telah mempunyai gedung bertingkat sendiri yang megah dan hampir seluruh kegiatan fakultas dapat dilakukan disini. Pada tahun 2013 FK UNDIP kembali pindah ke Tembalang dan menyatu dengan fakultas UNDIP lain. Seluruh kegiatan pra Profesi Dokter dilakukan di FK UNDIP Tembalang, sedangkan koasistensi akan diadakan di RSUP Dr. Kariadi.

Dari data terakhir pada bulan Desember 2006 (kurun waktu 45 tahun), FK UNDIP telah menghasilkan 4624 dokter umum dan 1723 dokter spesialis. Program pascasarjana yang baru dibuka tahun 1997 telah menghasilkan 115 magister Biomedik dan 5 Doktor Ilmu Kedokteran.

Pada tanggal 1 Juli 1963, dr. R. Boedhi Darmojo, internis baru lulusan FK UI Jakarta pindah bekerja di FK UNDIP Semarang, menjabat Kepala Bagian Ilmu Penyakit Dalam (IPD). Tahun 1964 masuk 2 lulusan dokter umum FK UNDIP, yakni dr. Djokomoelyanto dan dr. Soenarto. Bersama-sama mereka mengembangkan bagian IPD dan membimbing para asisten untuk mendapatkan brevet internist, yang pada saat itu harus mengikuti finishing touch di FK UI Jakarta. Pada tahun 1964 dr. Boedhi Darmojo diangkat sebagai Dekan FK UNDIP (1964-1966), tugas bagian dibantu oleh dr. Ong selama 2 tahun, dan dr. Soewarso selama 3 tahun. Selanjutnya para asisten penyait dalam berturut-turut mendapatkan brevet internis adalah dr. Theo Suhardjono (1968), dr. Siti Suratmi (1969), dr. Elya Karnadi (1969), dr. Djokomoeljanto (1970) dan dr. Soenarto (1970). Mereka masing-masing mengembangkan sub. Bagian Gastroenterologi, Pulmonologi, Penyakit Tropik Infeksi, Endokrinologi, dan hematologi, sedangkan dr. Boedhi Darmojo mengembangkan sub. Bagian Kardiologi. Sejak saat itu para dokter umum lulusan murni FK UNDIP mulai masuk sebagai residen penyakit dalam.

Pada tahun 1975 bagian IPD FK UNDIP / RSDK diakui sebagai tempat pendidikan mandiri dan berhak meluluskan spesialis penyakit dalam. Lulusan pertama adalah dr. Winoto Danuhardjo, dr. Anityo Mochtar, dan dr. Imam Parsoedi. Mereka dikemudian hari menjadi staf pengajar toksikologi, kardiologi, dan nefrologi hipertensi. Kemudian dr. Prijanto Poerjoto, seorang internist lulusan FK UI (1975), ikut bergabung sebagai staf pengajar sub bagian kardiologi. Pada perkembangan selanjutnya menyusul lulus dan menjadi staf pengajar adalah dr. Soetikno Tanuwidjaja (1979, kardiologi), dr. soegiri (1979, kardiologi), dr. Soetardjo (1980, endokrinologi), dan dr. Darmono (1980, endokrinologi), dr. C. Suharti (1981, hematologi). dr. Soeharyo Hadisaputro (1981, tropik infeksi), dr. pasiyan Rachmatullah (1983, pulmonologi), dan dr. Kris Pranarka (1983, Geriatri).

Prof. Dr. Boedhi Darmojo pantas dijuluki sebagai Sang Begawan yang sangat berjasa dalam pengembangan bagian penyakit dalam dan pendidikan kedokteran. Beliau merintis kegiatan ilmiah kedokteran dan pendidikan berkelanjutan, diantaranya penerbitan majalah FK UNDIP, pengembangan bagian kardiologi, dan bagian geriatri. Kerjasama dengan sentra pendidikan di luar negeri dirintisnya dengan maksud untuk pengembangan pendidikan sehingga para asistennya dapat mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri. Beliau selalu mendorong dan mengusahakan agar para asisten dan anak didiknya rajin menimba ilmu dan keterampilan, memperluas wawasan, serta meningkatkan karier baik profesi maupun akademik.

Pada tahun-tahun selanjutnya bagian IPD secara simultan memperluas dan mengembangkan diri baik dalam bidang pelayanan kesehatan penderita, pendidikan kedokteran, penelitian klinik dan lapangan serta pengabdian masyarakat.

Bidang pelayanan kesehatan yang ikut berkembang antara lain yaitu ICU (intensive care unit) dan CCU (Cardiac Care Unit), sarana diagnostik dan terapi (laboratorium, endoskopi, USG, tindakan medik, perawatan intensif, dll), poliklinik penyakit dalam dan poliklinik khusus sub bagian, unit hemodialisis, dan kemudian pada tahun 1990 didirikan bangsal geriatri yang merupakan Unit Pelayanan Geriatri yang pertama di Indonesia, (saat ini disebut “Paviliun Unit Lanjut Usia – Prof. Dr. R. Boedhi Darmojo”).

Di bidang pendidikan, bagian IPD FK UNDIP menjalankan program pendidikan mahasiswa kedokteran (kepaniteraan klinik, panum, dll). Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Sp.1 dan Sp.2), konsultasi, dan kerjasama pendidikan.

Di bidang penelitian dengan menjalankan berbagain penelitian klinik penyakit dalam antara lain penelitian epidemiologi (gondok endemik, jantung, geriatri, diabetes, rematik, tropik infeksi, dll), penelitian yang bekerjasama dengan WHO dan institiusi lain di luar negeri.

Pada perkembangan berikutnya, secara bertahap jumlah residen dan lulusan penyakit dalam semakin bertambah banyak jumlahnya. Sebagian besar alumni memilih untuk berkarya di berbagai kota di seluruh Nusantara dari Banda Aceh sampai Jayapura dan banyak alumni yang menduduki jabatan dan posisi penting. Beberapa alumni memilih atau dipilih menjadi staf pengajar baik melalui jalur Depdikbud dan Depkes, sampai tahun Januari 2007 (45 tahun berdiri), bagian FK UNDIP/RSDK tercatat memiliki 40 staf pengajar aktif, purna tugas tetap aktif 7 orang, serta 3 calon staf baru. Sejak tahun 1961 hingga 2014 telah mendidik 473 residen penyakit dalam dan telah berhasil meluluskan 370 dokter spesialis penyakit dalam dengan 103 orang residen masih dalam pendidikan.

 

Daftar Para Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FK UNDIP :

  1. Dr. dr. KRT. Boedhi Darmojo, SpPD, KKV, SpJP, K.Ger. (Alm)
  2. Dr. dr. RRJ. Djoko Moeljanto, SpPD, KEMD, (Alm)
  3. Dr. dr. Soenarto, SpPD, KHOM, KR (Alm)
  4. Dr. dr. Imam Parsoedi, SpPD, KGH
  5. Dr. dr. Soeharyo Hadisaputro, SpPD. KPTI
  6. Dr. dr. Pasiyan Rachmatullah, SpPD, KP (Alm)
  7. Dr. dr. Darmono, SpPD, KEMD
  8. Dr. dr. Sugiri, SpPD, SpJP
  9. Dr. dr. C. Soeharti, Phd, SpPD, KHOM

 

Daftar Kepala Bagian /SMF Ilmu Penyakit Dalam :

  1. Dr. dr. KRT. Boedhi Darmojo, SpPD, KKV, SpJP, K.Ger. (Alm) menjabat 1963-1988
  2. Dr. dr. KRT. Boedhi Darmojo, SpPD, KKV, SpJP, K.Ger. (Alm) menjabat 1989-1997
  3. Prijanto Poerjoto, SpPD, KKV, SpJP menjabat 1997-2001
  4. Dr. dr. Darmono, SpPD, KEMD menjabat 2001-2009
  5. Muh. Hussein Gasem, PhD, SpPD, K-PTI menjabat 2009 hingga 2014

 

Ketua Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNDIP

  1. Bantar Suntoko, SpPD, KR menjabat Agustus 2014 – sekarang

 

Ketua SMF Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi

dr. Muh. Hussein Gasem, PhD, SpPD, K-PTI menjabat Agustus 2014 -sekarang

Kontak Kami

address_bookSMF Penyakit dalam FK UNDIP, RSUP Dr. Kariadi Semarang. Jawa Tengah, Indonesia. Kode Pos 50275

mail_altmail@ipdfkundip.com

telephone_blue Telp : 024 – 8446757

telephone_blue Fax : 024 – 8446758

Our Links

Powered by Watch Dragon ball super